Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia

Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia Ini adalah Organisasi Non-Profit yang ingin memajukan pelayanan transportasi bus di Indonesia

Kewajiban Uji KIR setiap enam bulan sekali sangat membantu pengusaha bus dalam pemeriksaan kendaraannya.Saat menjalani U...
13/09/2022

Kewajiban Uji KIR setiap enam bulan sekali sangat membantu pengusaha bus dalam pemeriksaan kendaraannya.

Saat menjalani Uji KIR kemampuan perawatan bus secara internal maupun perawatan dealer resmi bisa terlihat.

IPOMI tak pernah berhenti mengajak para pengusaha bus di Indonesia, wabil khusus anggota IPOMI untuk taat melakukan Uji KIR dan mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Saat ada satu kejadian dan ternyata ada kelengkapan aturan yang tidak dipatuhi maka yang terdampak seluruh perusahaan bus. Opini yang baik tentang angkutan bus beberapa tahun terakhir ini seolah sirna.

Apalagi kalo kita gunakan kata kunci : BUS LAYAK JALAN di mesin pencarian (Google, Bing de el el). Hasilnya akan ditemukan beragam INFORMASI YANG SEBALIKNYA (TIDAK LAYAK JALAN) 😫😫😫

Walaupun kata kuncinya sudah dengan kata yang positif, ternyata hasil pencariannya justru didominasi informasi negatif... Gak percaya? Sila dicari sendiri ya...

Terima kasih kompas.com https://otomotif.kompas.com/read/2022/09/06/132100915/jawaban-michelin-soal-langkanya-ban-bus-da...
08/09/2022

Terima kasih kompas.com

https://otomotif.kompas.com/read/2022/09/06/132100915/jawaban-michelin-soal-langkanya-ban-bus-dan-truk-di-indonesia

https://otomotif.kompas.com/read/2022/09/07/094200915/tanggapan-apbi-soal-ban-truk-dan-bus-radial-yang-langka

Kelangkaan ban itu ada...
Kenaikan sparepart itu kami rasakan...
Pembatasan BBM itu membuat ruang gerak kami menjadi sempit

Kompas.com - Berita Indonesia dan Dunia Terkini Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif, Bola

PERS RILISPengusaha Bus Ajak Pemerintah dan Pertamina BerdialogJakarta Selasa 6 September 2022Pengusaha bus mengajak pem...
06/09/2022

PERS RILIS

Pengusaha Bus Ajak Pemerintah dan Pertamina Berdialog

Jakarta Selasa 6 September 2022

Pengusaha bus mengajak pemerintah dan Pertamina duduk bersama mereka berdialog untuk mencari solusi agar operasional bus tetap bisa berjalan untuk melayani masyarakat. Saat pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM, Sabtu 3 September 2022, ada beberapa aturan turunan, salah satunya adalah pembatasan pembelian BBM dalam 1x24 jam. Setiap bus yang mengisi solar bersubsidi, dibatasi hanya 200 liter per hari untuk satu kali pembelian.

Ketua DPP Organda Bidang Angkutan Orang, Kurnia Lesani Adnan mengajak Pemerintah dan Pertamina berdialog untuk mencari solusi agar ada sedikit ruang gerak angkutan umum bus di tengah kenaikan harga BBM. Dia mengusulkan, agar ada mekanisme yang bisa mengatur bagaimana armada bus baik bus reguler dalam trayek maupun bus tidak dalam trayek bisa mendapatkan BBM sesuai yang dibutuhkan agar pelayanan untuk masyarakat tak terganggu.

Menurut dia, keberadaan bus sebagai angkutan umum sangat jelas. Kendaraan plat kuning, tercatat di Kementerian Perhubungan, mengantongi ijin operasional yang resmi serta melayani rute dalam trayek atau tidak dalam trayek yang sudah ditetapkan. “Pengguna kendaraan pribadi wajar d**g dibatasi konsumsi BBM-nya, sementara angkutan umum seperti bus kan jelas unitnya, jelas rutenya, begitu juga konsumsi BBM hariannya,” katanya.

Sampai hari ini, lanjut dia, para pengusaha bus masih menunggu kebijakan pemerintah seperti apa terkait keberlangsungan operasional bus sebagai angkutan umum. Dia mengaku sudah ada dialog dengan Kementerian Perhubungan, sementara kebijakan kenaikan BBM bukan hanya di Kementerian itu. Pria yang akrab disapa Sani ini pun membuka peluang berdialog dengan stakeholder terkait, demi kelancaran angkutan bus dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPC Organda Jepara, M. Iqbal Tosin mengungkapkan, pembatasan pembelian ini cukup menyulitkan pengusaha bus. Menurut dia, 200 liter per hari tak cukup untuk bus yang melayani rute Jabodetabek-Jepara. Sebagai ilustrasi, dari Terminal Poris Plawad di Tangerang menuju Terminal Jepara jarak tempuh 542-560 km, jika dihitung perjalanan tanpa perhentian.

“Bus kami selama perjalanan dari Jabodetabek ke Jepara harus mampir ke titik keberangkatan penumpang atau terminal, gak hanya satu titik. Belum lagi macet di seputar Jabodetabek sampai Karawang atau Cikampek. Solar 200 liter ya kurang,” kata Iqbal.

Iqbal yang juga penanggungjawab operasional PO. BeJeU ini mengungkapkan, DPC Organda Jepara beserta Muspida dan Pengusaha SPBU di Jepara sudah berdialog tentang pembatasan ini. “Sekarang ini kan eranya digital. Pengusaha bus dan armadanya juga bisa didata, rutenya dan konsumsi bahan bakar per unit bisa direkam, kebutuhannya bisa jelas terlihat. Saya sampaikan ke pengusaha SPBU di Jepara, kami siap mendukung mereka untuk berdialog dengan pengambil kebijakan di Pertamina,” katanya.

Usulan ini, menurut Iqbal, untuk memberikan ruang gerak usaha yang cukup bagi para pengusaha bus, di tengah kondisi yang baru mulai bergerak p***a Pandemi Covid-19. Meski dia tak memungkiri kenaikan harga BBM juga mempersulit, setidaknya ada ruang lain yang bisa membuat mereka bernafas lega.

Dalam kesempatan itu, Iqbal juga mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus atau insentif lain untuk angkutan umum. Menurut dia, pemilik kendaraan pribadi harus didorong menggunakan angkutan umum. Sementara kemudahan juga diberikan kepada angkutan umum baik bus reguler maupun wisata. “Apakah mungkin, misalnya, ada pembedaan tarif tol antara kendaraan pribadi dengan bus? Sebagai insentif, perusahaan bus bisa mendapatkan potongan harga,” katanya.

Menurut Iqbal, setiap bentuk insentif pemerintah untuk membantu mengurangi beban operasional perusahaan bus, akan berdampak ke tarif tiket bus dalam trayek atau bus wisata di luar trayek. Tentunya, lanjut dia, masyarakat yang akan diuntungkan dan beralih naik bus untuk perjalanan jauh.

Terima kasih sahabat-sahabat terbaik kami dari media yang sudah berkenan menjadi penyambung aspirasi kami yang baru mula...
05/09/2022

Terima kasih sahabat-sahabat terbaik kami dari media yang sudah berkenan menjadi penyambung aspirasi kami yang baru mulai bersemangat setelah diterpa Pandemi Covid-19.

Kami hanya mengungkapkan fakta yang kami alami di lapangan. Tidak ada maksud apapun. Saat ini chassis pun sulit didapat karena pasokan terhambat dari pabrikan, harga-harga komponen pun naik. Terkait ban ini, sangat dilema. Kami tidak bisa mengabaikan keselamatan hanya karena kenaikan harga ban. Yang kami khawatirkan adalah ban yang sulit didapat.

Sekali lagi terima kasih kami ucapkan untuk sahabat-sahabat yang sudah berkenan membantu kami menjaga agar transportasi bus ini tetap eksis. Kami hadir bukan sekedar karena bisnis, tidak sedikit dari kami yang memang memiliki passion di industri bus ini. Ada hal yang lebih penting lagi dari sekdar bisnis yakni misi sosial : kami menjadi tulang punggung transportasi nasional, mengantarkan masyarakat, menghubungkan keluarga dan menjadi motor penggerak ekonomi dengan menghubungkan satu kota ke kota lain.

Wassalam
IPOMI

Pers RilisAngkutan Bus Catat Rekor Kenaikan Harga Tiket TercepatJakarta, Minggu 4 September 2022Perusahaan bus ramai-ram...
04/09/2022

Pers Rilis

Angkutan Bus Catat Rekor Kenaikan Harga Tiket Tercepat

Jakarta, Minggu 4 September 2022

Perusahaan bus ramai-ramai menaikkan harga tiketnya hanya dalam hitungan kurang dari lima jam setelah pemberlakuan kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Tidak sedikit perusahaan yang pagi hari belum menaikkan tarif, sorenya berlaku tarif yang berbeda. Harga solar yang naik dari Rp. 5.150 menjadi Rp. 6.800 mulai Minggu 3 September 2022 pukul 14.30.

Fenomena perusahaan bus yang langsung menaikkan harga tiketnya bukanlah latah atau mengambil kesempatan. Kebijakan menaikkan harga hanya ujung gunung es yang terlihat.

Sejak mereka mulai bergeliat p***a pandemi Covid-19 banyak kesulitan yang dihadapi. Rantai pasok suku cadang yang banyak tidak diketahui masyarakat naik, chassis bus untuk memulai peremajaan yang tertunda selama pandemi Covid-19 tak tersedia, belum lagi harga lain-lain yang juga ikutan naik akibat kelangkaan pasokan. Kenaikan kumulatif itu berkisar 10-15 persen selama 2021-2022.

"Harga ban yang saya beli sudah Rp. 5,1 juta. Tanya supplier barang gak ada, kalo pun ada harganya ya segitu. Kalo gak ada ban, bus saya gak jalan," ujar Angga Virchansa Chairul dari PO. NPM.

Angga mengungkapkan, jika dihitung kebutuhan satu bus berserta ban cadangannya, ada tujuh ban. Artinya dengan harga Rp. 5,1 juta sedikit diperlukan Rp. 35,7 juta. Salah satu Ketua DPP Organda ini menyatakan, komponen ban ini tak bisa diabaikan karena menyangkut keselamatan.

"Bus saya satu kali keluar garasi Padang Panjang ke Jabodetabek atau Bandung hingga kembali lagi butuh waktu 48 jam dikalikan dua. Terbayang d**g penggunaan bannya? Sekarang dengan kenaikan ini lengkaplah. Ban dan BBM sangat vital dalam operasional bus," katanya.

Pernyataan Angga diamini Ketua DPC Organda Jepara, M. Iqbal Tosin. Menurut dia, sekarang pengusaha bus dalam posisi mempertahankan usahanya di fase kedua p***a pandemi Covid-19. Lolos dari pandemi, masih harus putar otak dengan segala kenaikan dan kelangkaan suku cadang.

"Kami mau tak mau menaikkan harga Rp. 30 ribu untuk keberangkatan Sabtu (3 September) sore dan malam, sementara keberangkatan hari Minggu tanggal 4 September ini kami berharap pelanggan bisa memaklumi kenaikan Rp. 50 ribu," katanya.

Iqbal berharap pemerintah mengurai masalah yang mereka hadapi dalam operasional sehari-hari. Kenaikan harga BBM, kata dia, mungkin tak bisa dihindari, tetapi kelangkaan dan naiknya harga suku cadang perlu diperhatikan pemerintah.

Dia menegaskan, sebelum ada kebijakan kenaikan BBM pun, koleganya sesama pengusaha bus sudah mengeluhkan kelangkaan solar di sejumlah daerah.

"Yang saya khawatir, ini setelah BBM naik, ada kenaikan-kenaikan lainnya yang menyusul. Biasanya kan begitu. Ini sparepart dah naik kemarin, apa naik lagi atau gak, kita gak tau," kata Iqbal.

Pers Rilis Angkutan Bus Dibayangi Kelangkaan BanJakarta, Sabtu 3 September 2022Pengusaha bus dibayang-bayangi kelangkaan...
03/09/2022

Pers Rilis

Angkutan Bus Dibayangi Kelangkaan Ban

Jakarta, Sabtu 3 September 2022

Pengusaha bus dibayang-bayangi kelangkaan ban. Sejak beberapa bulan terakhir tak hanya sulit mendapatkan ban, tetapi juga harganya tinggi. “Kami ini sekarang dalam posisi serba sulit. Pemerintah mau menaikkan harga BBM, di sisi lain spare part naik di atas 15 persen, padahal kami mulai melihat harapan selepas Covid, tapi ternyata seperti ini,” kata pengusaha bus asal Bengkulu, Kurnia Lesani Adnan.

Menurut pria yang akrab disapa Sani ini, ban adalah salah satu komponen no go item, tidak bisa diabaikan. Jika sudah waktunya ganti, harus diganti demi keselamatan perjalanan. Ban juga jadi kelengkapan yang paling sering disoroti pada Uji KIR atau pemeriksaan di terminal-terminal oleh instansi perhubungan baik Kementerian Perhubungan maupun Dinas Perhubungan.

Celakanya, kata Sani, mereka tidak bisa membeli ban sebagai persediaan suku cadang. Dua tahun terakhir, tidak hanya langka, harga ban juga naik beberapa kali. Dia mengatakan, kelangkaan ban ini merata di semua daerah.

“Sejak dua tahun belakangan harga ban terutama jenis radial terus naik dan stok sering kosong. Pengusaha angkutan tidak bisa mendapatkan jaminan apakah barang akan ada dan kapan akan tersedia. Hal ini tentu saja merugikan banyak pelaku usaha angkutan terutama bagi pengusaha yang modalnya atau cash flow-nya tidak besar,” kata Sani yang juga Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia.

Sani menambahkan, sebelum ada kelangkaan, jika pengusaha dulu butuh 30 ban, maka yang dibeli 30 ban saja. Sekarang, saat penjual punya 100 ban, pengusaha angkutan akan beli semua karena belum tentu 2-3 bulan lagi stok masih ada. “Kalau pengusaha skala besar yang punya simpanan modal tinggi dia bisa beli langsung banyak seperti ini. Tapi kalau pengusaha kecil menengah tidak akan bisa, sehingga yang terjadi mereka tidak dapat barang dan bisnisnya terganggu,” ujar Sani.

Sejak akhir 2020, harga ban terus mengalami kenaikan akibat terganggunya suplai chain global yang memicu kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik. Kenaikan harga rata-rata mulai dari dua hingga 15 persen di seluruh jenis produk yang berbeda. Larangan terbatas impor ban dan pembatasan kuota juga memicu kekurangan pasokan, terutama untuk ban-ban Truk dan Bus jenis radial yang tidak banyak diproduksi di dalam negeri.

Kebutuhan ban Truk dan Bus di Indonesia diperkirakan lebih dari 6 juta unit pada 2021 di mana 77 persen merupakan ban bias dan 23 persen merupakan ban radial. Saat ini suplai ban Truk dan Bus jenis radial dari produsen dalam negeri tidak lebih dari 500.000 unit setiap tahunnya sehingga kebutuhan ban yang harus disuplai melalui impor masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sani mengutip keterangan Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette terkait kelangkaan ban bus dan truk. “Steven sendiri menerka sulitnya mendapatkan ban baru untuk truk dan bus saat ini karena kebijakan pembatasan impor yang diterapkan di Indonesia. Dia menyampaikan tidak cukup kapasitas produksi lokal, semuanya didatangkan secara impor dan impor tengah sulit di Indonesia," begitu Sani mengutip pernyataan Steven Kamis (1/9/2022).

05/05/2020

Kompas TV menyebutnya Penyelundupan Pemudik.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentu untuk kebaikan bersama. Kebijakan melarang semua moda transportasi penumpang selama 37 hari, melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tertanggal 23 April 2020, tentu demi kebaikan kita agar wabah Covid-19 segera berlalu dan kita bisa segera melanjutkan kehidupan.

Berulang kali pemerintah mengajak kita bersatu, bersama-sama melawan musuh bernama virus Sars-cov-2 yang menyerang dengan cara berpindah dari satu manusia ke manusia lain. Seperti kata pepatah, Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Kami sadar sepenuhnya untuk mematuhi kebijakan pemerintah dalam berperang melawan Covid-19, kami ikut berkorban untuk negeri, jajaran kami di lapangan ikut berjuang bertahan hidup. Tapi yang namanya berperang, apalagi tidak percaya pemerintah sendiri, selalu ada alasan sebagian dari kita memuluskan musuh untuk terus menyerang kita.

Terkadang kita perlu waspada, tidak hanya serangan dari luar, namun rongrongan dari dalam baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan bisa terjadi.

Kami akan terus bertahan, berdoa, berusaha dan memegang teguh komitmen, seperti kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada kami melalui surat ijin beroperasi dalam bentuk apapun, demi memenangkan perang melawan wabah Covid-19. IPOMI akan selalu tegak lurus demi tegaknya transportasi bus di Indonesia.

Sekali lagi kami mengajak masyarakat Indonesia untuk dan membantu kami agar pelanggan kami dan tidak ada lagi .

Sumber video : YouTube Kompas TV

, Salam Bus Indonesia.

04/05/2020

Di Sini Kami Taat, Di Sana Mereka Berbuat

, demi mematuhi kebijakan pemerintah. Tetapi sayangnya, meskipun kami sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang menghadang di depan karena bus kami stop operasi selama 37 hari, ternyata masih ada yang mengangkut penumpang mudik.

Perjuangan kami baru dimulai, tetapi melihat ketidakadilan terkadang muncul juga iri di hati.

Mau mempermasalahkan? Pastilah buang-buang tenaga, yang sesungguhnya kami butuhkan untuk bisa terlepas dari situasi di tengah wabah Covid-19 yang tak pasti.

Dan kami hanya bisa berdoa dan berbuat yang terbaik untuk bertahan. Masih banyak yang harus kami pikirkan untuk masa depan industri transportasi bus di Indonesia. Biarlah publik yang menilai, biarlah waktu yang berbicara.

Kami hanya bisa berharap, masyarakat Indonesia , supaya pelanggan kami bisa dan tidak ada lagi .

Terima kasih untuk Kompas TV yang sudah berkenan berbagi informasi bersama IPOMI, tetap bekerja sama dengan baik walaupun tak ada bersama IPOMI.

Sumber : YouTube Kompas TV.

 Ada pepatah Jawa yen Urip kuwi kudu obah (kalo hidup itu harus bergerak/berubah). Pepatah ini sangat diresapi oleh oran...
03/05/2020



Ada pepatah Jawa yen Urip kuwi kudu obah (kalo hidup itu harus bergerak/berubah). Pepatah ini sangat diresapi oleh orang-orang Jawa, sehingga mereka terkenal ulet dalam berusaha. Beragam cara hidup mereka jalani, tidak peduli kiri-kanan asal halal demi menafkahi keluarga.

Heri Sutrisno, warga Gunung Kidul, asli Semin, salah satu yang memegang teguh prinsip ini. Meski bus PO. Maju Lancar kesayangannya, Wonosari-Merak sudah tidak beroperasi, semangatnya menghidupi keluarga tidak padam.

Dengan gayanya yang khas, berjaket kulit, pria berkumis ini setia melayani pelanggan warung angkringannya di samping Rumah Sakit Panti Rahayu, Kelor, Karang Mojo, Kota Wonosari, Gunung Kidul. Persis di pinggir jalan yang menuju kampung halamannya di Semin.

Trisno, panggilan akrabnya, percaya hidup harus terus berjalan walaupun sementara ini harus menggantung seragam hijau yang sehari-hari dikenakannya.

Mari kita berempati dengan supaya pelanggan pak Tris bisa dan tidak ada lagi .

Sudah lebih dari seminggu, Lesmana Kusumah membanting stirnya. Bukan zig-zag atau memarkir kendaraannya lho yaa.Lesmana ...
02/05/2020

Sudah lebih dari seminggu, Lesmana Kusumah membanting stirnya. Bukan zig-zag atau memarkir kendaraannya lho yaa.

Lesmana yang akrab disapa kang Asep ini beralih dari memegang kemudi bus menjadi pegang wajan, sodet/sutil, baskom dan adonan.

Biasanya akrab dengan Solar, kini akrab dengan minyak goreng. Gengsi sama sekali tidak. Walaupun dia selalu berpenampilan rapi dengan seragam biru atau oranye lengan panjang dilengkapi dasi, sebelum busnya stop operasi karena Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, yang melarang beroperasinya seluruh transportasi dari Jabodetabek menuju keluar kota dan larangan angkutan umum mengangkut penumpang mudik.

Kang Asep yang terbiasa mengemudikan bus, membawa penumpang dari Luragung, Kuningan, Jawa Barat menuju Bogor dan sebaliknya, kini mudah ditemui di seputar Alun-alun Luragung.

Demi keluarga di rumah, kang Asep bekerja menjual gorengan. Tidak sedikit rekan-rekan seprofesi kang Asep yang menjalankan pekerjaan lain untuk bertahan. Ada yang memang memiliki usaha sampingan berdagang ada p**a yang memanfaatkan ketrampilan lain. Mereka tidak hanya pejuang di jalan raya, tetapi juga pejuang keluarga.

Mari kita agar pelanggan kang Asep bisa , dan tidak ada lagi . Mudah kan?

   #7 Menghitung hari jadi kebiasaan baru kami. Hari-hari ini di tahun-tahun sebelumnya, kami disibukkan dengan persiapa...
01/05/2020

#7

Menghitung hari jadi kebiasaan baru kami. Hari-hari ini di tahun-tahun sebelumnya, kami disibukkan dengan persiapan musim lebaran, memastikan mesin bus bisa bekerja dengan baik saat puncak arus mudik. Membersihkan bus dan menata ulang apa yang masih kurang agar pemudik nyaman p**ang ke kampung halaman.

Baru tujuh hari untuk bus AKAP, lebih dari hampir dua bulan untuk bus pariwisata melambat sampai akhirnya berhenti beroperasi.

Kami harus menjaga semangat, semangat diri sendiri, semangat kru bus, karyawan dan mitra kerja, serta sesama rekan-rekan pengusaha bus.

Bantu kami untuk , agar pelanggan kami dan tidak ada lagi dan kami pun bisa menjalankan industri transportasi di Indonesia.

,

Salam Bus Indonesia

 Kami rela menjalankan kehidupan ini untuk para pelanggan. Bus kami tidak beroperasi, tetapi kami harus menghidupi anak ...
30/04/2020



Kami rela menjalankan kehidupan ini untuk para pelanggan. Bus kami tidak beroperasi, tetapi kami harus menghidupi anak dan istri.

Hanya satu yang kami minta, agar pelanggan kami lagi dan tidak ada lagi

Pak Agus dari PO. Maju Lancar, sebelum busnya berhenti beroperasi, sehari-hari bertugas sebagai Asisten Pengemudi, tetapi hari-hari ini demi keberlangsungan hidup keluarga, mengayuh becak pun dijalaninya.

Tanpa ada rasa canggung, tanpa menyalahkan keadaan, nrimo ing pandum. Dari hidup di atas roda bus, kini menghidupi keluarga di atas roda becak.

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan
Jakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia:

Share