Bosowa Taksi Mamuju

Bosowa Taksi Mamuju Revolusi jiwa

🤩🫶 Lebih mudah pakai venta. Id. Klik mki saja 🔗link di bio pasti selesai kebutuhan acara ta.untuk area makassar👍 One sto...
22/06/2026

🤩🫶 Lebih mudah pakai venta. Id. Klik mki saja 🔗link di bio pasti selesai kebutuhan acara ta.untuk area makassar

👍 One stop solution

Luar biasa pamarentah
02/06/2026

Luar biasa pamarentah

02/06/2026

Saya mendapat lebih dari 30 tanggapan pada salah satu postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

30/05/2026

Negara Kita Kaya! Fundamental Ekonomi Kuat!

Rakyat perlu kerja, jebolan Universitas, SMKI tiap tahun jumlahnya jutaan, perlu lowongan kerja. Mutlak perlu Investor Asing masuk membawa dollar mereka masuk ke negeri ini membuka lapangan Kerja, Boss. Sebab Kita sendiri gak punya anggaran untuk investasi. Untuk anggaran rutin saja sudah megap-megap potong sana-potong sini. Efisiensi, Pak Pur sampai kurus mikirin Uang mulai seret beredar, kontraktor yang menunggu pembayaran selak pada bangkrut.

Boro-boro mengundang investor asing masuk, yang ada saja sulit dijaga. Outflow, modal asing yang cabut keluar semakin menggila , pada takut seakan mau ada perang saja, huh.... Beberapa bulan ini saja sudah keluar 150 Trilyun lebih, mereka pada takut menaruh uang di negeri kita ini. Struktur harga saham sudah rusak parah. Saham-saham unggulan konglo runtuh sampai 60 -75%. Kasian para Ritel awam yang pada hold.

Memang-memang, Dasar para investor Asing itu bodhoh semua ya, Negara kita ini Kaya, fundamental ekonomi kita kuat lho, kuaaaaaaaaaaaatttt. sekali. Tuh, lihat buktinya uang kita banyak, kita sedang membangun ratusan Ribu Kopdes dibiayai negara. Sudah dibilang kita itu kaya masih pada gak percaya, malah The Economist menuduh salah urus negara. Dasar majalah bodhoh lo!.

Biarkan saja tetangga kita Malaysia, Vietnam, Thailand pada ngebut bikin Mobil, Teknologi canggih, AI, Semi konduktor, peduli amat. Kita pokoknya yakin Kopdes ini akan memakmurkan rakyat. Sekarang Rakyat paling bahagia didunia ini sedang menunggu cerita-cerita menarik tentang ratusan ribu Kopdes di masa depan, entah cerita OTT, entah supplier gak kebayar, Entah abruk rame-rame jadi rumah tikus, atau mungkin akan Sukses memenangkan persaingan dengan AlfaMart dan Indomart, kita tunggu episode berikutnya.. Merdekaaaa!!!!!

21/05/2026

Saya mendapat lebih dari 450 tanggapan pada postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

Di ATM Jalan Sunu, Saya Bertemu Seorang Penyintas yang Menjaga MalamLewat pukul sembilan malam, tiga naskah berita masuk...
24/04/2026

Di ATM Jalan Sunu, Saya Bertemu Seorang Penyintas yang Menjaga Malam

Lewat pukul sembilan malam, tiga naskah berita masuk hampir bersamaan dari dua penulis. Layar handphone menyala, notifikasi bertumpuk, tetapi malam itu suasana hati sedang tidak begitu berpihak. Ada pekerjaan yang menunggu diedit, tetapi ada juga rasa penat dan malas sebenarnya.

Saya memilih keluar sebentar. Setelah pamit ke orang rumah, saya menuju warkop Azzahra, di Jalan Ujung Pandang Baru—tempat yang biasanya cukup membantu merapikan pikiran sebelum kembali menghadapi tenggat.

Saya terlebih dulu memutar arah ke ATM di Jalan Sunu, di halaman Toko Mursalim—toko lama yang bagi banyak orang di kawasan itu seperti penanda waktu yang tidak berubah. Bangunan dan produknya tetap sama seperti kembali di tahun 90-2000an.

Di antrean ATM, saya melihat seorang bapak berbaju ungu. Wajahnya asing. Baru pertama kali saya melihatnya di situ.

Saya kira ia sedang ikut mengantre di depan saya. Saya persilakan masuk lebih dulu. Ia tidak banyak bereaksi, hanya tampak fokus menemani seorang perempuan yang baru keluar dari mesin ATM. Ada kunci di tangannya. Saya menduga ia sedang mengantar.

Saat berada di dalam bilik ATM, saya sempat memperhatikannya dari balik kaca. Ada sesuatu pada wajahnya—bekas luka, atau mungkin sisa-sisa sebuah peristiwa kecelakaan.

Ketika saya keluar, ia ikut mengarahkan jalan keluar.

Barulah saya paham.

“Oh, kita tukang parkir, Pak?”

Saya sebenarnya berharap di jam seperti itu tak ada lagi penjaga parkir.

“Sampai malam begini ki, Pak?” tanya saya.

Ia menjawab singkat, tanpa nada mengeluh.

“Cari uang dek, untuk biaya operasi.”

“Mata ta?” saya bertanya, menatap wajahnya yang tampak menyimpan cerita.

“Iye… ini sudah pernah operasi sebenarnya.”

Saya bertanya lagi, apakah itu karena kecelakaan.

Jawabannya membuat percakapan kecil di tepi ATM itu berubah menjadi sesuatu yang lebih besar.

Karena tsunami Palu, 2018.

Malam seketika terasa lain.

Saya hanya sempat berkata, “Sehat-sehat ki Pak, semoga banyak rezeki ta.”

Ia membalas dengan kalimat yang justru seperti nasihat untuk saya:

“Kita juga hati-hati ki. Jaga kesehatan ta,”

Saya melanjutkan motor ke arah warkop. Waktu tinggal dua jam sebelum tutup. Tetapi baru sekitar 400 meter, di depan SMP Negeri 4, saya putar haluan.

Ada sesuatu yang belum selesai.

Saya kembali ke ATM itu.

Bapak itu—yang kemudian saya tahu bernama Frans—menyambut seperti sudah menunggu saya kembali.

Saya bilang saya juga pernah di Palu saat liputan bencana.

Ia lalu mulai bercerita.

Tentang bagaimana dirinya baru ditemukan tiga hari setelah bencana.

“Waktu itu tentara lagi gali-gali, tidak pakai alat berat, pakai tangan saja… saya ditemukan akhirnya.”

Kalimat itu keluar datar, hampir tanpa dramatik. Justru karena itu terasa berat.

Ia menceritakan ibunya yang berusia 80 tahun menangis saat menerima telepon darinya setelah dinyatakan selamat.

Tentang merantau demi mencari uang untuk ibunya.

Tentang hari ketika ia sedang mengantar gas, lalu gelombang itu datang.

“Saya merantau dek, untuk cari uang juga untuk mamaku. Tapi pas ka antar gas, kejadian itu tsunami.”

Ia mengabaikan empat orang yang keluar masuk ATM, lebih memilih bercerita.

"Kenapa ki tidak pakai BPJS, gratis sekarang," saranku, "Pak lurah tawwa sudah mau bantu, tapi hilang semua berkasku, harus ada surat pindah," ungkapnya.

Di bawah lampu jalan yang redup, di samping mesin ATM dan deru kendaraan yang sesekali melintas, cerita itu terasa lebih sunyi dari malam itu sendiri.

Saya sempat berpikir sedang berhenti sebentar di ATM dan mengejar kopi sebelum mengedit berita.

Ternyata saya sedang dihentikan hidup untuk mendengar kisah seorang penyintas.

Ada banyak orang yang kita temui di pinggir jalan, di tempat parkir, di sela rutinitas, yang tampak seperti bagian biasa dari lanskap kota. Padahal mereka membawa kisah yang nyaris tak terlihat.

Frans menjaga parkir hingga larut malam untuk biaya operasi.

Seorang lelaki yang pernah tertimbun, ditemukan tiga hari kemudian oleh tangan-tangan tentara, tangan relawan, kini berdiri mengatur keluar-masuk motor di halaman toko tua.

Saya datang malam itu untuk mencari tempat menulis.

Tapi yang saya bawa pulang justru pengingat lain: bahwa kadang hidup menyelipkan pelajaran bukan di ruang-ruang besar, melainkan di perjumpaan yang nyaris kita lewatkan begitu saja.

Di halaman ATM, dari seorang penyintas yang menjaga malam, saya diingatkan bahwa bertahan sering kali tidak terdengar heroik—ia hadir dalam cara seseorang tetap bekerja dengan luka, tetap sopan setelah selamat dari maut, tetap mendoakan orang lain di tengah kesulitannya sendiri.

Malam itu saya datang ke ATM. Yang saya tarik pulang justru kesadaran.

Bahwa ada manusia-manusia yang tetap hidup dengan cara paling sunyi: menjaga, berjuang, dan tidak banyak mengeluh.

Dan mungkin, di kota yang terus bergegas ini, kita sesekali memang perlu dihentikan—agar kembali belajar menghormati orang-orang, yang kita tidak pernah tahu pertarungan apa di dalam hidupnya yang sedang diperjuangkan.

Ini juga kembali mengingatkan prinsip saya, "Karena saya tidak tahu apa yang sedang diperjuangkan sama orang, jadi harus bersikap default baik ke semua orang yang tidak kukenal,".

Update (24/4): Terkait beliau sudah saya laporkan ke Dinas Sosial Sulsel dan akan berkoordinasi dengan Dinsos Makassar untuk assesmentnya untuk kebutuhan beliau. Setelah pertemuan kemarin saya belum ketemu lagi beliau, inshaallah besok. Teman-teman kalau mau kasih rejeki ke beliau saja langsung. Terima kasih perhatiannya... 😃🫰🙏

19/04/2026

Betul yang dikatakan legend psm

05/04/2026

Ada Akun yang terus-terusan menakuti seakan dunia akan runtuh, perang dunia III didepan mata, dst, dst. Oalah, Akun Bodoh. Trump itu seorang Pebisnis, anggota Konggres AS itu 98% para Trader semuanya. Kerjanya di ruang sidang itu trading Saham. Makannya perang ini terus saja tarik-ulur, tarik-ulur tidak segera diselesaikann sebab meraka ini para Trader semuanya, ingin mengguncang- guncang Market kapan Serok akumulasi dan kapan mereka pada TP distribusi. Katanya sarankan semua investor agar keluar dari Saham Asia, pas Saham Asia panic selling, Nyungsep pada nyungsep BUMI 204 pada putar balik nyerokin bertrilyun, AsUe gak? Gue si ikutan nyerok saja 204. TP 228 kan lumayan pagi-pagi dapat TP Rp 60 juta, Hahahahaa... emang kurang ajar para Bandar Asing itu.

Hormuz itu hanya 20% memasok minyak, Gak ada itu PDIII. Rusia dan China itu senyum-eenyum saja, gak gusar sedikit pun. Perang ini setelah Amerika sadar Iran gak bisa dikakahkan, sekarang hanya akan dihadikan permainan saja, selain menjaga Iran agar tetap terpuruk ekonominya supaya tidak bisa lagi membangun pabrik nuklirnya. Simpan tulisan saya ini klu gak percaya.

Yang harus Anda lakukan, Siap saja uang cash yang banyak, screening Saham yang mana paling rentan, paling Sensitip terpengaruh Isu perang Amrik - Iran. Serok yang banyak ketika terkapar nyungsep! Tunggu paling berapa hari rebound lagi ketika Trump bilang, Wis wis istirahat dulu main golf. Nanti ngancam lagi rontok lagi. Serok lagi. Jangan lagi melototin Chart, Candle lah, MA lah, RSI lah, Dead Cross lah... hahaha.......buang energi saja. Mendingan Kalian belajar FVG tiap hari Cuan walau tipis tapi berkali-kali sampai capek uangmu.

*MAU BIKIN EVENT/ACARA? YUK, PESAN ONLINE*Kini bikin event lebih mudah. Kamu cukup kunjungi _VENTA.ID_ dan semua kebutuh...
31/03/2026

*MAU BIKIN EVENT/ACARA? YUK, PESAN ONLINE*

Kini bikin event lebih mudah. Kamu cukup kunjungi _VENTA.ID_ dan semua kebutuhan untuk eventmu terpenuhi. Cukup di satu tempat, online!!

VENTA.ID adalah aplikasi web untuk melayani rental peralatan event. Saat ini _VENTA.ID_ baru hadir di Makassar. _Next_, Jakarta dan Yogyakarta. Alamat online kami di https://www.venta.id

VENTA.ID — Sewa peralatan event di Makassar, Maros, Gowa. Tersedia tenda, panggung, kursi, sound system, AC standing, booth pameran. Gratis pengiriman dalam kota.

MEMAHAMI HUBUNGAN TUHAN DAN MANUSIA**Bayangkan es dan air. Es itu sebenarnya adalah air, hanya saja berubah wujud karena...
28/03/2026

MEMAHAMI HUBUNGAN TUHAN DAN MANUSIA**

Bayangkan es dan air. Es itu sebenarnya adalah air, hanya saja berubah wujud karena kondisi tertentu. Atau seperti biji dan pohon. Pohon itu bukan sesuatu yang terpisah, tapi biji yang sudah tumbuh dan berubah bentuk. Sama juga seperti patung dan batu. Patung itu pada hakikatnya adalah batu yang dipahat, tapi tetap saja disebut patung karena bentuknya sudah berbeda.

Begitulah gambaran sederhana hubungan Tuhan dengan manusia atau alam semesta. Hakikatnya satu, tapi tampil dalam wujud yang berbeda.

Penting dipahami, meskipun es itu air, kita tidak bisa menyebut es sebagai air. Dan meskipun pohon berasal dari biji, kita tidak menyebut pohon sebagai biji. Karena di level bentuk dan identitas, mereka berbeda. Tapi di level hakikat, mereka satu.

Di sinilah sering terjadi salah paham. Banyak yang mengira Tuhan dan manusia itu dua hal yang benar-benar terpisah. Padahal tidak sesederhana itu. Namun juga tidak bisa disamakan secara kasar.

Kuncinya ada di satu kalimat penting:
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**

Air tidak menciptakan es.
Yang ada adalah air menjadi es.

Biji tidak menciptakan pohon.
Yang ada adalah biji menjadi pohon.

Jadi konsepnya bukan penciptaan seperti dua hal yang terpisah, tapi perubahan wujud dari satu hakikat yang sama.

Manusia dan alam semesta itu seperti es. Mereka ada, tapi keberadaannya tidak mutlak( wujud semu) . Bersifat sementara, berubah-ubah. Hakikatnya tetap satu, seperti air tadi.

Namun tetap harus hati-hati. Mengatakan manusia adalah Tuhan itu juga keliru. Sama seperti mengatakan es adalah air secara langsung, itu tidak tepat.masa anda beli es di warung,anda ngomongnya bu beli air. Yang ada anda di kasih air galon. Wekwek.Karena sifatnya berbeda. Air itu cair, es itu padat. Air itu mengalir, es itu kaku. Identitasnya berbeda, meskipun hakikatnya satu.

Manusia juga begitu. Terbatas, butuh makan, minum, uang, dan banyak hal.beda kan. Sementara Tuhan tidak. Jadi jelas berbeda di sifat dan karakter, tapi tidak terpisah di hakikat.

Manusia untuk sampai pada Kesadaran tentang ini juga bertahap.

1.Tahap awal, seperti es yang mulai menyadari bahwa dirinya berasal dari air. Dia mulai mengenal sifat air yang berbeda dengan dirinya. Di sini masih ada dualitas. Masih merasa “saya adalah es yang mengenal air”.saya padat dia cair, saya dingin dia sejuk. Tapi masih ada Rasa Aku Es.

Ini seperti orang yang merasa dirinya digerakkan Tuhan, ditolong Tuhan, dihidupkan Tuhan. Di salatkan di sehatkan di bicarakan di perjalankan Tuhan. Saat berjalan dia sadar seluruh gerakan kaki ini hanya bayangan yg mengikuti gerakan sang sumbernya. Seperti bayangan yg sadar geraknya disebabkan gerak dari benda atau orang yg jalan. Aku sebagai bayangan tau kalo saat aku gerak, sejatinya DIA yg gerak. Karna dia gerak menggerakkan maka aku gerak. Sudah mulai sadar, tapi masih merasa terpisah.masih ada rasa aku bayangan.DIA yg asli yang jadi sebab aku gerak
Ini disebut tahap mendekat( muroqobah/ fase hakikatul muhammadiyah/ menyatu)
Tuhan sebagai asbab awal. Causa prima.
Satu gerak satu irama selaras

2.Tahap berikutnya lebih dalam. Kesadaran berpindah. Tidak lagi merasa sebagai “es yang melihat air”, tapi menyadari bahwa dirinya pada hakikatnya adalah air yang sedang berwujud es.
Aku adalah aer yang sedang berbentuk es.
Aku adalah orang yang berjalan yang memiliki bayangan.

Seperti bayangan dan orang asli. Kalau masih merasa sebagai bayangan, itu masih dualitas. Tapi kalau kesadarannya sudah ke yang asli, dia tidak lagi merasa sebagai bayangan.

Di titik ini, tidak ada lagi pemisahan. Yang ada hanya satu kesatuan hakikat.
Fase ahadiyah ( Esa tunggal)

Namun ini bukan sesuatu yang bisa dipahami dengan logika saja. Harus jernih dalam melihat.

Jadi kesimpulannya sederhana tapi dalam:
Manusia itu bukan terpisah dari Tuhan, tapi juga bukan Tuhan dalam arti bentuknya.
Dia adalah wujud yang tampak dari hakikat yang sama, seperti es dari air.

Dan sekali lagi, kunci utamanya:
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**
**bukan mencipta, tapi menjadi.**

Dan cara praktek dari Dasar adalah dari fase saat bergerak rasakanlah Anda sedang digerakkan saat ngomong rasakanlah anda lagi di ngomongkan saat menulis rasakanlah anda sedang di nuliskan saat hidup rasakan Anda dihidupkan saat salat disalatkan saat berdoa didoakan saat Diam didiamkan saat melihat diperlihatkan saat mendengar diperdengarkan tidak ada yang murni dari anda. Saat bisa, sadari itu di bisakan.

Address

Mamuju
91511

Telephone

04262322888

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bosowa Taksi Mamuju posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share